Sabtu, 25 Februari 2012

Pengajaran Baca Al-Qur’an: Mengapa Kami Pakai Metode Qira’ati ?


Buku Paket Qira'ati Jilid 1 dan 2
Sejak pertama beroperasi Juli 2011 yang lalu, Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Baitul ‘Aini menetapkan memakai metode Qira’ati dalam proses pengajaran baca Al-Qur’an. Kenapa . . . ? dan Mengapa  . . . ?

Biasanya dan jamaknya orang tua murid akrab dengan metode Iqra’.
Bukan di sini saja hampir merata di mana-mana, setiap orang mau belajar baca Al-Qur’an sebagian besar orang menyebutnya belajar Iqra’.

Orang akan bertanya  “ . . .  hai sudah Iqra berapa .. ? ". Atau “  . .  . anakku mau belajar Iqra’, di mana ya  . . ? ”. Iqra’ benar-benar familiar, tapi kenapa kami pilih Qira’ati ?.

Inilah beberapa alasan kami memilih Qira’ati dalam pengajaran baca Al-Qur’an.
1)      Guru yang mengajarkan anak didik baca Al-Qur’an harus sudah melalui Tes Akhir Santri (TAS) dari Lembaga/Cabang Qira’ati dan memperoleh Syahadah/Ijazah/Sertifikat sebagai bukti kelulusannya.
2)      Guru yang sudah bersyahadah harus melewati pembinaan dan test metodologi mengajar sebelum terjun ke lapangan/sekolah/TPQ untuk mengajarkan baca Al-Qur'an.
3)     Guru yang sudah tersertifikasi/syahadah dipantau kekonsistenan bacaannya melalui pertemuan bulanan yang disebut MMQ (Majelis Mu’allimil Qur’an).
4)     Dalam praktek belajar, murid yang bacaannya salah diminta ulang sampai benar tanpa dituntun, kecuali kalau  sampai 3 - 4 kali,  baru diberi tahu letak kesalahannya. Jadi tidak ada istilah  “ Yang penting bisa baca dulu, soal makhraj & tajwid belakangan – atau baca sembrono”. Qira’ati berprinsip, “Jangan mengajarkan bacaan yang salah, karena yang benar itu mudah”.
5)     Anak bisa diajarkan baca Al-Qur’an sejak dini - sejak bisa mulai bicara, yaitu umur sekitar 2,5 tahun, jadi tidak menunggu anak masuk sekolah dulu baru belajar baca Al-Qur’an.

Demikian beberapa point yang membuat kami memutuskan memakai system Qira’ati dibanding system lain dalam pembelajaran baca Al-Qur’an. Dengan metode Qira'ati diharapkan anak bisa baca Qur’an dengan makhrai dan tajwid yang benar sesuai yang diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Cibitung, 03 Rabi’ul Awwal 1433 H./ 25 Februari 2012.

Ummi Wafda – Guru Qira’ati
 ==============================================================
Catatan : Bagi Pembaca yang ingin bertanya lebih lanjut, silahkan tinggalkan pesan. Insya ALLAH akan kami jawab semampu kami.