Senin, 04 Juli 2016

Yuuk . . . Berkunjung ke Masjid Ramlie Musofa - Masjid yang Dibangun dengan Cinta - Masjid yang Didirikan oleh Muslim Tionghoa

Alhamdulillah di penghujung bulan Ramadhan 1437 H kami sempat berkunjung dan shalat di Masjid Ramlie Musofa. Masjid yang saat ini menjadi buah bibir masyarakat Jakarta. Masjid yang baru selesai dibangun dan diresmikan sebulan yang lalu yaitu pada May 2016 bertepatan dengan Sya'ban 1437 H.

Dari beberapa sumber yang terdapat di link internet, masjid ini dibangun oleh keluarga H. Ramlie Rasidin, seorang Muslim Tionghoa. Masjid ini berlokasi persis di depan Danau Sunter, Jakarta Utara. Dibangun dari tahun 2011 dan selesai serta diresmikan pada May 2016.

 Nama Ramlie Musofa  sendiri merupakan singkatan dari :

     Ram    = Ramlie Rasidin
     Lie      = Lie Njoek Kim
     Mu      = Muhammad Rasidin
     So       = Sofian Rasidin
     Fa       = Fabianto Rasidin

Model dari Masjid ini mengadopsi dari Taj Mahal di India. Kelihatan dan terekan dari setiap sudut bangunan bahwa Masjid yang bersih dan unik ini dibangun dengan rasa cinta yang dalam. Bisa dilihat dari material yang dipakai untuk membangun masjid ini benar-benar pilihan. Dari sebuah sumber menyebutkan material utama masjid  didatangkan langsung dari Turki dan Italia. Fasilitas yang tersedia untuk jamaah - lux, modern dan memanjakan.  Tersedia 2 unit lift untuk naik turun jamaah dari lantai basement hingga ke balkon di lantai dua.

Toilet terletak pada area yang terpisah dengan ruang wudhu, sehingga menjamin tidak terkontaminasi najis dan kotoran. Ruang wudhu didisain serupa dengan ruang wudhu di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi dengan posisi duduk pada saat berwudhu'. Di dindingnya terukir tata-cara wudhu' yang bemar. Disain  toilet sekelas dengan toilet hotel berbintang, tersedia closet duduk dan jongkok serta toilet untuk penyandang cacat. Banar-benar niat dan luar biasa,

Memasuki area masjid dari pintu utama di samping kiri dan kanan anak tangga terukir terjemahan
surat Al-Fatihah dalam bahasa Indonesia dan Mandarin. Di samping kiri teras masjid terdapat bedug. Di mihrab utama terdapat kaligrafi Asma'ul Husna dan di pelataran teras depan terukir ayat Al-Qur'an surat Al-Qari'ah dalam tiga bahsa, yaitu Arab, Indonesia dan Mandarin. Dan di sekeliling halaman masjid ditanam pohon bambu kuning yang menambah keasrian dan semilir angin yang sejuk ke dalam masjid.

Inilah yang penulis sebut dengan masjid yang dibangun dengan rasa cinta. Masjid yang dibangun indah, bersih, modern  dan dipersembahkan untuk kenyamanan para jamaah dalam beribadah dengan menyediakan  fasilitas yang terbaik. Masjid ini unik dan menjadi kebanggaan baru bagi Muslim khususnya di Jakarta karena adanya sentuhan etnik Tionghoa serta paduan tulisan Arab, Mandarin dan Indonesia  pada beberapa sisi masjid.

Semoga masjid ini bisa menjadi pemersatu antara masyarakat pribumi dengan masyarakat keturunan yang selama ini ada anggapan mereka itu bukanlah saudara. Ternyata ALLAH membukakan mata kita bahwa diantara etnik Cina Tionghoa juga ada saudara Muslim kita di sana.

Barakallaahu untuk Pak H. Ramlie Rasidin dan keluarga yang telah membangun masjid ini sehingga menjadi kebanggaan kita bersama.  Semoga mendapat limpahan pahala dan Rahmat serta Barokah dari ALLAH SWT.  Aamiin  . . ..


Cibitung, 29 Ramadhan 1437 H - 04 Juli 2016
Abuizzat

Mari kita lihat foto lainnya yang diambil pada 02 Juli 2016-27 Ramadhan 1437 H.

Untuk melihat foto-foto yang lain dari Masjid Ramlie Musofa silahkan Anda klik TAUTAN ini.

.