Sabtu, 24 Maret 2012

Merangsang Daya Pikir Anak dengan Puzzle


Salah satu sarana belajar yang digunakan TK/Kelompok Bermain (KB)/ PAUD Baitul 'Aini adalah dengan menyediakan aneka PUZZLE. Berbagai macam bentuk puzzle yang tersedia, seperti puzzle gambar buah-buahan, puzzle gambar alat-alat transportasi, puzzle gambar binatang dsb.

Anak-anak sangat senang sekali bermain puzzle. Mereka berebutan mendapatkan puzzle untuk diotak-atik. Kadang ada sebuah puzzle yang disukai banyak anak sehingga jadi kesukaan mereka. Bila ada puzzle baru yang belum pernah mereka lihat sebelumnya, maka mereka berebutan saling duluan untuk mencobanya. Kita para guru juga senang melihat anak-anak gembira bermain puzzle.

Manfaat Puzzle.
 




Permainna puzzle sekilas kelihatan biasa saja. Bagi kita orang dewasa tentu sangat mudah sekali untuk memainkannya. Tetapi bagi anak sesungguhnya puzzle itu sebuah tantangan yang harus mereka selesaikan.

Di antara manfaat puzzle adalah sbb :

1. Mengembangkan Imajinasi atau Kecerdasan Kognitif

    Dengan puzzle anak belajar memecahkan masalah dan menemukan jawabannya. Daya pikir anak dirangsang sehingga mereka biasanya tidak akan menyerah sebelumnya puzzlenya terselesaikan. Pada pertama kali bermain puzzle anak biasanya bongkar pasang trial & error, berkali-kali sehingga puzzle tersususun dengan rapi. Tapi setelah itu anak akan mengerti bagaimana menyelesaikan puzzle dengan cepat. 
Dengan puzzle logika anak dirangsang seperti menemukan potongan warna yang sama. Dan mereka juga mulai paham letak bagian-bagian yang seharusnya, seperti ekor ada dimana, roda posisinya di bawah, pasangan bagian wajah, dsb.

2. Melatih Ketrampilan Tangan atau Motorik Halus.

    Dengan bermain puzzle sebenarnya anak sedang melatih kecekatan tangan dan jari-jemarinya. Mereka akan terlatih menaruh bagian puzzle secara hati-hati sehingga bagian tersebut terisi dengan pas. Sedikit-demi sedikit motorik halus anak dirangsang sehingga mereka bisa membedakan gerak tangan dan jemarinya pada saat bermain  puzzle dengan saat bermain lempar bola misalnya.



3. Belajar Bekerjasama dengan Orang Lain
    Puzzle yang dimainkan secara berdua, atau kelompok akan membina anak untuk saling bekerjasama. Mereka akan saling memberitahu letak puzzle agar bisa tersusun pada posisinya. Pada saat ini terjadilah komunikasi di antara anak, sehingga masalah bersama bisa mereka selesaikan dengan bersama-sama pula.

4. Meningkatkan Kedisiplinan
    Setelah bermain puzzle biasanya Bu Guru akan mengarahkan anak-anak untuk menyimpan puzzle pada tempatnya. Dan tentunya supaya puzzle bisa dimainkan kembali pada pelajaran berikutnya anak-anak diberi tahu supaya menyimpan puzzlenya sesuai dengan potongan gambarnya dan jangan sampai ada bagian yang hilang atau tercecer. Secara tidak langsung anak dilatih untuk lebih disiplin dan metakkan sesuatu pada tempatnya.
   

Cibitung, 01 Jumadil Awwal 1433H - 24 Maret 2012

Abuizzat