Jumat, 05 April 2013

Mukhoyam Al-Qur'an Hafal 5 Juz dalam 1 Bulan Pesantren Terpadu Daarul Fikri Cikarang Bekasi (Bagian-2)

Wafda 'Aini sesaat sesudah diwisuda 
Alhamdulillah, anak kami Wafda 'Aini yang duduk di kelas 8 SMPIT Pesantren Terpadu Daarul Fikri, Cikarang Barat Bekasi, terpilih untuk mengikuti Mukhoyam Al-Qur'an Hafal 5 Juz dalam 1 Bulan. Sebelumnya Wafda sudah punya bekal hafalan 3 Juz, yaitu Juz 30, 29 dan 28.
Awalnya Wafda ragu untuk ikut dalam program Mukhoyam Al-Qur'an ini, karena waktunya bertepatan dengan masa liburan sekolah Semester-1. " Sudahlah selama 1 semester di Pesantren gak bisa pulang, pas waktu liburan masa harus dikarantina lagi untuk 

Wafda  dengan piagam wisuda bersama Ummi & Abang Izzat
mengikuti pelatihan hafal Al-Qur'an, kapan liburnya, kapan main fesbuknya . . . . kapan . . .. Mungkin begitu kira-kira pikiran Wafda. Tapi, alhamdulillah berkat dorongan Ummi dan Gurunya akhirnya Wafda bersemangat untuk ikut Mukhoyam Al-Qur'an ini. Dia bikin janji sama Uminya, mau kasi apa kalau Wafda bisa mencapai target hafal Al-Qur'an 5 Juz dalam 1 bulan.

Selama mukhoyam berlangsung semua peserta akhwat dikarantina di asrama Pondok Pesantren Al-Qur'an (PPA)  Abdullah Ibnu Abbas yang berlokasi di Jati Sari Bekasi. Pesantren ini dikelola oleh Yayasan Ar-Rahim Nusantara.. Untuk mengingat cerita sebelumnya, silahkan baca bagian-1 dari tulisan ini :   

KLIK DI SINI 

Wafda bersama teman-teman yang lain yang juga diwisuda

Seminggu setelah masa mukhoyam, Umminya kangen sama Wafda dan mau jenguk ke asramanya. Padahal sebelumnya guru pembimbing sudah memberitahu semua orang tua untuk tidak berkunjung dulu hingga masa mukhoyam selesai. Tujuannnya agar anak-anak bisa konsentrasi menjalani pelatihan. Ternyata bukan Umminya Wafda saja yang menjenguk, ummi-ummi yang lain juga sama. Kangen sama anak-anak mereka, apalagi sekarang asramanya cukup jauh dari rumah. Kalau Pesantren Wafda di Daarul Fikri bisa dijangkau pakai motor paling 15 menit, tapi lokasi asrama sekarang di Jati Sari cukup lumayan. Pakai mobil lewat Tol Cikunir keluar di Gerbang Tol Jati Asih, kira-kira dari rumah di Cibitung sekitar 1 jam perjalanan.

Waktu kunjungan pekan pertama penulis tanya ke ananda  Wafda, hafalannya sudah dapat berapa. Alhamdulillah 2 halaman lagi Juz-1 selesai, jawab  Wafda mantap.  Wah ..  . . penulis kaget, cepat banget. Kalau sepekan 1 Juz, berarti sebulan ya memang bisa 5 Juz, pikir penulis.


Caranya gimana sih metoda menghafalnya, kok bisa sepekan 1 Juz . . . ?

Ba'da Subuh sampai Zuhur adalah waktu menghafal. Zuhur ke Ashar Istirahat. Ba'da Ashar setoran hafalan. Dan ba'da Isya sampai menjelang tidur murojaah/mengulang. Ternyata sederhana banget ya... keliatannya . . .!!!
Begitulah ritme mereka selama masa pelatihan. Anak-anak setiap hari saling berpacu dengan teman-nya untuk mencapai target hafal 5 Juz dalam 1 bulan.
Wafda bersama & teman  wisuda Mukhoyam Al-Qur'an

Subhaanallah, pada hari ke 21, malahan teman Wafda, kakak kelasnya di kelas 9, Habibah - dan kebetulan anak dari Direktur Pesantren Terpadu Daarul Fikri Ustadz Ahmad Husein Dahlan, LC, sudah mencapai target 5 Juz. Ternyata memang target tersebut bukan isapan jempol. Terbukti ada peserta yang malah bisa lebih cepat menyelesaikan target hafalannya.

Dan alhamdulillah - Puji Syukur kepada ALLAH SWT,  . . . akhirnya Wafda juga bisa menyelesaikan target hafalan 5 Juz dalam 1 bulannya pada hari ke-27. Yaitu dari Juz 1, 2, 3, 4 dan Juz 5. Dan teman-teman Wafda yang lain juga ada yang bisa mencapai target tersebut.  Dari sekitar 30 orang yang ikut mukhoyam, 5 orang bisa mencapai target 5 Juz, dan yang lainnya ada yang mencapai 4 Juz, 3, Juz dan paling sedikit ada juga yang 1 Juz. Tapi walau hanya dapat hafal Al-Qur'an 1 Juz dalam 1 bulan tetaplah itu prestasi yang sangat luar biasa.



Setelah sebulan berlangsung Mukhoyam Al-Qur'an Hafal 5 Juz dalam 1 Bulan, pelatihan ditutup dalam sebuah acara Wisuda yang sederhana tapi cukup kolosal juga. Apalagi pada saat para peserta ditest satu persatu di panggung  depan para Orang Tua dan undangan lainnya. Bukan anak-anaknya yang berdebar-debar, malah para Orang Tuanya yang gemetar melihat anak mereka di uji hafalannya oleh sebuah Tim Penguji.


Semoga saja anak-anak kita generasi muda Islam bisa menjadi penhafal-penghafal Al-Qur'an yang akan menjaga kesucian Al-Qur'an. Dan tentunya kita harapkan semoga ALLAH selalu membimbing mereka untuk mengamalkan Al-Quran dalam kehidupannya sehari-hari bagi keluarganya dan anak cucu generasi penerus berikutnya.


Aamiin Ya ALLAH Ya Rabbal 'Aalamiin . . . .


Bersambung


Cikarang, 23 Jumadil Awwal 1434H- 04 April 2013


Abuizzat