Senin, 29 Juli 2013

:: Memperingati dan Mendokumentasikan Perjuangan Rakyat Mesir di Bulan Ramadhan 1434H Melawan Rezim Militer yang Mengkudeta Presiden Terpilih Secara Demokratis - Prof. Muhammad Mursi ::

TAK HANYA KAIN KAFFAN :

Semoga ALLAH Memberi Kemenangan Bagi Mereka - Aaamiin Ya Rabbal 'Aalamiin. 
Islamedia - Kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Mesir terhadap rakyatnya sendiri belum juga berhenti hingga detik ini. Ratusan nyawa telah dikorbankan masyarakat sipil yang menuntut keadilan.
Bahkan Jum'at malam 26 Juli 2013, 200-an nyawa tewas tertembus timah panas dalam satu malam.
Pelanggaran HAM yang begitu nyata dan meraksasa ini, masih saja terus didiamkan oleh Badan Keamanan dunia yakni PBB. Kedzaliman berupa pembantaian massal dipertontonkan, secara membabi buta para militer itu memuntahkan mesiu dan peluru dengan sasaran dada dan kepala para pejuang keadilan.

Ditengah perjuangan rakyat yang menuntut keadilan, Meski panas menyengat, mereka tetap puasa Ramadhan. bermandikan keringat bersimbah darah, terancam jiwanya, desingan peluru dan mesiu menjadi santapan mereka sehari-hari. mereka tetap istiqomah!

Bahkan, ditengah cibiran saudaranya sesama muslim, juga Bullian dari aktivis Islam lainnya, serta perjuangan yang direndahkan oleh Islam Liberal, mereka tak pedui dengan semua itu. mereka tetap melangkah, dengan mata tetap terjaga seperti tatapan elang, mereka tetap maju, meski didepan senapan laras panjang siap menanti dan membidik dada dan kepala mereka.

Sebab, inilah jihad. mereka telah siap dengan sepenuh iman. mereka telah mewakafkan harta, waktu, keluarga, hingga jiwa. sungguh berbeda mereka yang hanya mencaci perjuangan mereka, dengan mereka yang benar-benar berjuang hingga kesyahidan.

Ditangan mereka tak ada senjata, hanya batu seadanya yang mereka punya. Semoga batu-batu itu adalah Sijjil yang menghancurkan pasukan gajah yang dipimpin Abrahah.

Mereka berjuang, ditengah Ramadhan yang mulia. Mereka telah siap dengan sepenuh iman. tak ada senjata di tangan mereka, yang mereka pegang justru KAIN KAFFAN. untuk apa?? Mereka telah mempersiapkan kematian, terlebih mereka siapkan dibulan penuh kemuliaan dan keampunan.

TAK HANYA KAIN KAFFAN, mereka juga telah menyiapkan data diri mereka, identitas mereka, mereka tempelkan di lengan mereka. mereka ikat dengan tali, ada yang menempelnya dengan lakban, ada juga yang mencatatnya lansung dikulit lengan. agar, ketika mereka syahid, identitas mereka bisa langsung diketahui tanpa kesulitan.

ya Allah...
kuatkan mereka
berikan mereka kesabaran dan keistiqomahan

Allahummanshur ikhwananal muslimiina fii mishr...







sumber : https://www.facebook.com/Islamedia.Co?hc_location=stream

Cikarang, 20 Ramadhan 1434 H - 29 Juli 2013